MAHASISWA PROGRAM STUDI BINA WISATA POLITEKNIK "API" YOGYAKARTA JALANI MAGANG DI KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT
Yogyakarta – Program Studi Diploma III Bina Wisata Politeknik "API" Yogyakarta terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja melalui berbagai kegiatan pembelajaran berbasis praktik. Salah satu kegiatan akademik yang wajib diikuti oleh mahasiswa adalah Magang atau On the Job Training (OJT) yang dilaksanakan di berbagai institusi dan industri pariwisata.
Kegiatan magang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai Juli hingga awal Oktober 2026, dengan penempatan di berbagai sektor pariwisata, seperti Museum Sonobudoyo, Museum Monumen Jogja Kembali, Museum Vredeburg, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Obyek Wisata Tebing Breksi, Jogja Tourism Training Center (JTTC), serta berbagai destinasi dan lembaga pariwisata lainnya. Program ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus meningkatkan kompetensi profesional di bidang pariwisata.
Salah satu mahasiswa Program Studi Bina Wisata, Desta Ardiansyah, memperoleh kesempatan melaksanakan magang di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, salah satu pusat pelestarian budaya dan sejarah yang menjadi ikon pariwisata budaya Indonesia. Selama menjalankan magang, Desta mendapat penugasan untuk mendampingi kegiatan pelayanan pengunjung pada Ruang Lukis dan Ruang Pamer Temporer.. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyelenggarakan pameran temporer bertajuk "Smarabawana: Tata Ruang Kasultanan Yogyakarta". Pameran ini mengangkat sejarah, perkembangan arsitektur, serta filosofi tata ruang Kasultanan Yogyakarta yang sarat akan nilai budaya dan kearifan lokal.
Secara filosofis, kata "Smara" dimaknai sebagai ruang atau tempat yang suci, sedangkan "Bawana" berarti dunia. Kedua istilah tersebut menggambarkan konsep harmonisasi antara makrokosmos (alam semesta) dan mikrokosmos (kehidupan manusia), yang menjadi dasar dalam penataan ruang Keraton Yogyakarta. Melalui pameran ini, masyarakat diajak memahami bahwa tata ruang Keraton bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna spiritual, budaya, dan filosofis yang diwariskan secara turun-temurun.
Selama bertugas, Desta Ardiansyah turut memberikan pendampingan kepada pengunjung, membantu penyampaian informasi mengenai koleksi dan tema pameran, serta memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan destinasi wisata budaya, pelayanan pengunjung, dan interpretasi warisan budaya. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kompetensi di bidang pelayanan wisata, komunikasi, serta pelestarian budaya.
Ketua Program Studi Diploma III Bina Wisata Politeknik "API" Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan magang merupakan bagian penting dari pembelajaran vokasi yang mengedepankan keseimbangan antara teori dan praktik. Melalui kerja sama dengan berbagai institusi pariwisata, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan profesional, etika kerja, kemampuan komunikasi, serta memahami dinamika industri pariwisata secara langsung.
Dengan terlaksananya program magang di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi generasi muda yang berperan aktif dalam pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata Indonesia. Program Studi Bina Wisata Politeknik "API" Yogyakarta akan terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai instansi dan industri pariwisata guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.